Rekrutmen Internal dan Rekrutmen Eksternal

Rekrutmen internal dan eksternal adalah dua pendekatan umum yang digunakan dalam mengisi posisi pekerjaan dalam suatu organisasi.

Kedua metode ini memiliki kelebihan dan kelemahan yang perlu dipertimbangkan oleh perusahaan sebelum mulai melakukannya.

Penentuan cara perekrutan karyawan dapat berpengaruh terhadap kualitas tenaga kerja, tentunya karyawan dengan kualitas terbaik merupakan aset berharga.

Karyawan dengan kualitas dan skill memadai dapat membantu mewujudkan tujuan perusahaan dengan kemampuan yang ia miliki.

Pengertian Rekrutmen Internal

Rekrutmen internal adalah proses perekrutan yang melibatkan karyawan yang sudah bekerja di dalam organisasi, bisa dengan promosi ke jabatan yang lebih tinggi atau bahkan demosi.

Kandidat yang terlibat dalam rekrutmen internal bukanlah individu yang berasal dari luar perusahaan, tapi bisa terjadi ketika seorang karyawan menunjukkan minat untuk mengisi posisi yang tersedia.

Terdapat tiga metode rekrutmen internal, yaitu promosi (naik jabatan), rotasi (perputaran peran), dan demosi (turun jabatan).

Rekrutmen Internal meningkatkan moral karyawan bahwa mereka mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kemampuan dan efisiensi mereka.

Lebih lanjut, tidak ada pelatihan induksi yang diperlukan, karena karyawan sudah terbiasa dengan organisasi dan pekerjaan juga.

Namun, proses ini menghentikan bakat baru memasuki organisasi dan kemungkinan keberpihakan di antara karyawan.

Kelebihan Rekrutmen Internal

Banyak perusahaan yang lebih memilih merekrut orang dari dalam perusahaan khususnya untuk menempati posisi tertentu. Menurut Urbanhire, sistem rekrutmen internal masih digunakan oleh perusahaan sekitar 15 – 20%.

Berikut ini beberapa kelebihan rekrutmen internal:

1. Efisiensi Biaya dan Waktu

Proses rekrutmen secara internal cenderung lebih murah dan cepat, hal tersebut karena umumnya kandidat adalah karyawan yang telah direkomendasikan untuk mengisi kekosongan posisi tersebut.

Oleh karena perusahaan tidak memerlukan pengeluaran tambahan untuk melakukan seleksi ataupun biaya untuk melakukan iklan lowongan pekerjaan.

2. Dapat Mempersingkat Proses Rekrutmen

Dalam beberapa kasus, ketika ada kekosongan mendadak dalam sebuah tim atau proyek, rekrutmen internal dapat membantu mengisi posisi tersebut dengan cepat tanpa harus menunggu proses rekrutmen eksternal selesai.

Jika memang diharuskan wawancara kembali, pertanyaan yang diajukan hanya sebatas kesanggupan karyawan dalam menjalani posisi barunya.

3. Proses Adaptasi yang Cepat

Karyawan yang direkrut secara internal tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi, hal tersebut dikarenakan karyawan telah mengetahui budaya perusahaan, alur kerja, dan sistem kerja dalam perusahaan.

Sementara dengan merekrut orang internal, HRD tidak perlu melakukan orientasi untuk mengenalkan karyawan terhadap seluk beluk perusahaan.

Sebab, karyawan yang bersangkutan sudah memahami bagaimana pola kerja dan budaya perusahaan. Sehingga karyawan hanya perlu beradaptasi dengan posisi barunya saja.

Baca juga  30 Pertanyaan Interview dan Tips Menjawabnya (Indonesia & Inggris)

4. Memotivasi Karyawan 

Rekrutmen secara internal ini dapat menumbuhkan motivasi kerja dan ketertarikan pada perusahaan, karena dapat membuka kesempatan untuk karyawan memiliki jenjang karir.

Karena berhasil naik jabatan dan mengisi posisi yang lebih baik, hal tersebut akan membantu peningkatan motivasi dan loyalitas karyawan di perusahaan.

Karyawan yang melihat kesempatan pengembangan dan kemajuan di dalam perusahaan cenderung bertahan lebih lama, ini dapat membantu mengurangi turnover.

5. Menghargai Karyawan yang Berprestasi

Rekrutmen internal memungkinkan perusahaan untuk mengakui dan mempromosikan karyawan yang telah berprestasi dengan memberikan kesempatan yang lebih besar.

Dengan melihat karyawan berprestasi diberikan kesempatan naik jabatan, bisa memacu karyawan lainnya untuk lebih maksimal dalam mengerjakan pekerjaan.

Kerja keras karyawan akan merasa lebih dihargai dengan adanya promosi untuk mereka yang berprestasi baik dari segi kinerja maupun sikap di perusahaan.

6. Risiko Kesalahan yang Lebih Rendah

Karyawan yang sudah ada memiliki catatan kinerja yang bisa dievaluasi, sehingga risiko kesalahan dalam pemilihan calon mungkin lebih rendah.

Proses rekrutmen internal juga memberikan keuntungan tambahan karena Anda sudah memiliki catatan kinerja yang jelas tentang masing-masing karyawan.

Kekurangan Rekrutmen Internal

Meskipun rekrutmen internal memiliki banyak kelebihan, tetapi ada beberapa kekurangan yang perlu Anda perhatikan.

Beberapa kekurangan dari rekrutmen internal antara lain sebagai berikut:

1. Keterbatasan Calon

Rekrutmen internal terbatas pada sumber daya manusia yang sudah ada, yang mungkin tidak memiliki kualifikasi yang sesuai untuk semua posisi.

Hal ini berpotensi untuk menempatkan seorang karyawan ke posisi baru walaupun masih ada sedikit kekurangan, dan bisa saja sedikit kekurangan ini berpengaruh pada perusahaan.

2. Keterbatasan Ide Baru

Rekrutmen secara internal mungkin tidak membawa ide atau pandangan baru yang dibutuhkan untuk inovasi dan pertumbuhan.

Sementara, ide baru sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Karena sudah terbiasa dengan perusahaan, biasanya karyawan internal cenderung kurang memberikan ide baru yang lebih fresh.

3. Dapat Memicu Kecemburun Antar Karyawan

Rekrutmen metode ini juga dapat memicu perasaan kecemburuan sosial di antara karyawan yang tidak terpilih.

Ketika ada kesempatan untuk promosi atau perpindahan ke posisi yang lebih tinggi, karyawan yang sudah berada di dalam organisasi mungkin akan merasa kecewa atau tidak adil jika mereka tidak terpilih.

Hal ini dapat mengganggu hubungan kerja, memicu perasaan tidak puas, dan bahkan mengurangi motivasi karyawan yang tidak terpilih.

Penting untuk memastikan bahwa proses rekrutmen internal adil dan transparan. Kandidat internal harus memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing dan dipilih berdasarkan kualifikasi dan prestasi mereka.

4. Memicu Stagnasi Budaya Kerja

Dalam rekrutmen internal, organisasi cenderung memilih karyawan yang sudah ada dan terbiasa dengan budaya kerja yang ada. Hal ini dapat menyebabkan stagnasi budaya kerja karena kurangnya diversitas dan perspektif baru.

Ketika organisasi terlalu bergantung pada rekrutmen internal, ide-ide segar dan inovasi dari luar organisasi mungkin terabaikan. Stagnasi budaya kerja dapat menghambat kemajuan dan pertumbuhan organisasi dalam jangka panjang.

Pengertian Rekrutmen Eksternal

Berbeda halnya dengan rekrutmen internal, rekrutmen eksternal adalah proses perekrutan yang mencari tenaga kerja dari luar perusahaan untuk mengisi posisi yang lowong.

Metode ini sering digunakan dengan tujuan membantu perusahaan untuk bertumbuh. Rekrutmen eksternal dilaksanakan oleh perusahaan dengan maksud menyediakan kesempatan bagi masyarakat umum untuk mengembangkan kariernya di perusahaan tersebut.

Baca juga  10 Hal yang Harus Dihindari Saat Mencari Kerja

Ini adalah tugas yang sulit, tetapi memiliki dampak yang sangat positif dibandingkan dengan rekrutmen internal.

Prosesnya cukup memakan waktu dan juga lambat karena sejumlah langkah yang terlibat di dalamnya, tetapi membantu organisasi untuk memburu kandidat terbaik di antara daftar panjang kandidat.

Selain itu, dalam sumber rekrutmen ini membuat keprihatinan, secara terbuka memilih talenta teratas dengan mempertimbangkan berbagai parameter seperti keterampilan, kemampuan, kualifikasi, pengalaman, dan lain sebagainya.

Tetapi ada satu kelemahan bahwa organisasi harus menginvestasikan sejumlah besar dalam iklan, pelatihan, dan induksi karyawan.

Kelebihan Rekrutmen Eksternal

Rekrutmen eksternal juga dapat membawa manfaat yang cukup besar bagi perusahaan, berikut ini beberapa kelebihan dari rekrutmen eksternal:

1. Sumber Kandidat yang Lebih Beragam

Rekrutmen eksternal biasanya melibatkan pencarian kandidat melalui berbagai sumber, termasuk situs web rekrutmen, iklan pekerjaan, jejaring profesional, agen rekrutmen, dan pameran karir.

Perbedaan tersebut dapat memperkaya budaya perusahaan, karyawan lama juga dapat menambah koneksi dari karyawan baru di perusahaan.

2. Keragaman Keterampilan dan Pengalaman

Rekrutmen secara eksternal membuka kesempatan lebih luas untuk mendapatkan kandidat dengan keberagaman keterampilan dan pengalaman.

Dengan keberagaman ini kandidat dapat bersaing secara kompetitif untuk menjadi yang terbaik dan terpilih menjadi karyawan dalam perusahaan tersebut.

Rekrutmen eksternal memungkinkan perusahaan untuk mendatangkan individu dengan keterampilan, pengalaman, atau pengetahuan yang mungkin tidak tersedia di dalam organisasi. Ini dapat memperkaya keahlian tim dan membawa perspektif baru.

3. Meningkatkan Inovasi dan Kreativitas

Semakin banyak orang baru yang terlibat, semakin banyak ide-ide segar yang dihasilkan. Para karyawan baru dapat meyumbangkan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan yang belum ada di perusahaan.

Tidak hanya keterampilan saja, karyawan baru juga dapat membawa ide dan inovasi baru dalam perusahaan. Ide tersebut tentu sangat berguna untuk pengembangan perusahaan agar lebih baik untuk masa depan.

Maka perusahaan dapat melahirkan berbagai metode bisnis yang lebih inovatif dan kreatif.

4. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Beragam

Memberikan kesempatan untuk berbagai macam orang dengan kemampuan, pendidikan, dan background yang berbeda dapat menciptakan lingkungan kerja yang beragam.

Dengan begitu akan tercipta kerja tim yang lebih toleran dan mampu menghargai segala perbedaan yang ada, dan ini sangat penting untuk perkembangan perusahaan.

5. Meningkatkan Daya Saing dengan Kompetitor

Rekrutmen eksternal dapat mendatangkan kandidat yang berasal dari perusahaan kompetitor.

Manajer dan pimpinan perusahaan sebaiknya memanfaatkan hal ini untuk mengembangkan strategi bisnis yang lebih unik dan berbeda dari perusahaan kompetitor.

Jika Anda berhasil mendapatkan karyawan tersebut, tentu daya saing perusahaan makin bertambah, karena perusahaan Anda memiliki karyawan dengan kemampuan yang mumpuni.

6. Mendapatkan Karyawan yang Kompeten

Dengan melakukan rekrutmen secara eksternal, perusahaan dapat memilih kandidat yang terbaik dan lebih berkualitas dari karyawan internal yang sudah ada.

Rekrutmen eksternal melibatkan proses seleksi yang cermat, termasuk wawancara, penilaian keterampilan, pengecekan referensi, dan serangkaian langkah lainnya untuk memastikan kandidat yang terbaik dipilih.

Kekurangan Rekrutmen Eksternal

Rekrutmen eksternal, yaitu proses perekrutan karyawan dari luar organisasi, juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan.

Berikut ini merupakan kekurangan dari proses perekrutan karyawan secara eksternal:

1. Proses Waktu Rekrutmen yang Lama

Rekrutmen eksternal membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan rekrutmen internal. Proses ini melibatkan pengumuman lowongan pekerjaan, pemasangan iklan, seleksi kandidat, wawancara, dan verifikasi referensi.

Dalam beberapa kasus, proses ini dapat memakan waktu berbulan-bulan sebelum karyawan baru dapat bergabung dengan organisasi. Keterlambatan dalam mengisi posisi kosong dapat mengganggu produktivitas dan mempengaruhi kinerja tim.

Baca juga  Panduan Mencari Kerja yang Aman, Jangan Sampai Lakukan Ini!

2. Biaya Rekrutmen Lebih Mahal

Rekrutmen eksternal cenderung lebih mahal dibandingkan dengan rekrutmen internal. Organisasi perlu mengeluarkan biaya untuk pemasangan iklan, penyaringan kandidat, wawancara, dan proses seleksi lainnya.

Selain itu, ada juga biaya terkait dengan proses onboarding dan pelatihan karyawan baru. Biaya yang tinggi ini dapat menjadi beban tambahan bagi anggaran organisasi, terutama jika rekrutmen dilakukan secara terus-menerus.

3. Tidak Ada Jaminan Sukses

Meskipun proses rekrutmen eksternal dilakukan dengan hati-hati, tidak ada jaminan bahwa karyawan yang direkrut dari luar organisasi akan berhasil dalam peran mereka.

Meskipun mereka memiliki kualifikasi yang sesuai, masih ada faktor-faktor seperti kecocokan budaya, kecocokan tim, dan kemampuan adaptasi yang dapat memengaruhi keberhasilan mereka.

Organisasi harus menerima risiko bahwa karyawan yang direkrut secara eksternal mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan harapan dan dapat memerlukan waktu lebih lama untuk beradaptasi.

4. Menimbulkan Ketidakpuasan Karyawan Internal

Rekrutmen eksternal dapat menimbulkan ketidakpuasan di antara karyawan yang sudah ada dalam organisasi.

Ketika ada posisi yang diisi oleh karyawan baru dari luar, karyawan internal yang memiliki harapan untuk promosi atau pengalaman baru mungkin merasa kecewa.

Hal ini dapat mempengaruhi motivasi dan keterlibatan mereka dalam pekerjaan, serta mengganggu hubungan kerja di antara anggota tim. Organisasi perlu mengelola komunikasi dan ekspektasi dengan baik agar mengurangi dampak negatifnya.

5. Risiko Kesalahan dalam Seleksi

Pemilihan calon dari luar organisasi dapat membawa risiko kesalahan dalam penilaian karena kurangnya informasi tentang kinerja mereka sebelumnya.

Banyak kejadian, perusahaan merekrut karyawan yang saat wawancara dan tes hasilnya bagus tetapi kinerjanya kurang memuaskan. Hal ini bisa disebabkan kesalahan dalam seleksi, banyak orang tampil bagus karena memang sedang butuh pekerjaan.

Perbedaan Utama Rekrutmen Internal dan Eksternal

Berikut ini adalah perbedaan utama antara rekrutmen internal dan eksternal:

  1. Rekrutmen internal mengacu pada sumber tenaga rekrutmen yang sudah ada dalam organisasi. Perekrutan eksternal sedikit berbeda karena melibatkan perburuan calon karyawan dari luar organisasi.
  2. Rekrutmen internal tidak memerlukan pelatihan induksi, sedangkan dalam perekrutan eksternal, pelatihan induksi adalah suatu keharusan.
  3. Rekrutmen internal lebih cepat daripada rekrutmen eksternal karena rekrutmen eksternal melibatkan tahapan seperti iklan dan aplikasi undangan, penyaringan aplikasi, daftar pendek, melakukan pemeriksaan dan wawancara, seleksi, penempatan, pelatihan, pengujian, induksi, dan lain sebagainya yang tidak ada dalam internal pengerahan.
  4. Dasar untuk rekrutmen internal adalah merit-cum-seniority, tetapi dasar rekrutmen eksternal adalah merit-cum-kualifikasi.
  5. Rekrutmen internal adalah proses yang efektif biaya. Namun, rekrutmen eksternal membutuhkan investasi dalam jumlah besar.
  6. Dalam rekrutmen internal, pilihannya sangat terbatas, yaitu lingkup bakat segar dibatasi. Sebaliknya, ketika perusahaan memilih untuk rekrutmen eksternal, itu dapat berharap untuk kandidat yang berbakat dari luar organisasi, yang berarti darah baru dan ide-ide dimasukkan ke dalam organisasi.

Di balik kesuksesan atau kegagalan organisasi mana pun, hanya ada satu faktor, dan itu adalah karyawan organisasi itu. Jika mereka bekerja dengan upaya penuh mereka, maka organisasi akan bangkit.

Mencari tahu karyawan terbaik adalah tugas yang sangat sulit. Kita tidak bisa mengatakan metode mana yang baik, tetapi itu tergantung pada keadaan.

Lebih Baik Mana, Rekrutmen Internal atau Eksternal?

Setelah menyimak kelebihan dan kekurangan rekrutmen internal dan eksternal, muncul pertanyaan mana yang lebih baik dari kedua sistem tersebut.

Sesungguhnya tidak ada yang lebih baik antara rekrutmen eksternal dan internal. Masing-masing sistem mempunyai kekurangan dan kelebihan yang dapat disesuaikan dengan kondisi perusahaan.

Contohnya, jika kondisi finansial perusahaan sedang terbatas, maka ada baiknya perusahaan memilih rekrutmen internal yang lebih murah. Contoh lainnya adalah ketika perusahaan membutuhkan talenta baru untuk meningkatkan perkembangan perusahaan.

Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya perusahaan memilih rekrutmen eksternal yang membuka kesempatan luas bagi banyak orang. Jadi, apa pun pilihannya, HRD harus mememertimbangkan kondisi perusahaan dengan matang.

Butuh Jasa Rekrutmen, Sercin.co.id

Jika Anda membutuhkan agen perektutan, Jasa Rekrutmen, Jasa Headhunter, dan Mass Hiring yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda, tidak dapat dipengaruhi (independen) serta hasilnya dapat diandalkan, silahkan hubungi Sercin:

 

Catatan: artikel ini disadur dari berbagai sumber internet.